Pada berbagai jenis makanan olahan biasanya kamu bakal nemuin zat aditif. Sebenernya dari dulu, zat aditif udah digunakan buat berbagai jenis makanan. Misalnya, garam untuk mengawetkan daging dan ikan, daun-daunan dan rempah-rempah untuk meningkatkan rasa makanan, gula untuk mengawetkan buah, dan cuka untuk acar mentimun. Tapi, ada beberapa zat aditif yang ternyata kurang baik kalo kamu gunainnya terlalu banyak. Berikut ini adalah 4 zat aditif yang sebaiknya kamu hindari.

1. Monosodium Glutamate (MSG)

gambar: ajinomoto.com

Monosodium glutamat, atau MSG, adalah zat aditif makanan yang umumnya digunakan untuk meningkatkan rasa hidangan gurih. MSG ditemukan di berbagai makanan olahan seperti camilan asin, dan sup kalengan. MSG juga sering ditambahkan ke makanan di restoran cepat saji. MSG telah menjadi subyek kontroversi yang memanas sejak studi 1969 menemukan bahwa MSG dalam jumlah besar dapat menyebabkan efek neurologis berbahaya. Konsumsi MSG juga telah dikaitkan dengan penambahan berat badan dan sindrom metabolik dalam beberapa penelitian observasional. Dengan begitu, orang-orang yang memang sensitif terhadap MSG mungkin akan mengalami gejala-gejala seperti sakit kepala, berkeringat dan mati rasa setelah mengonsumsi zat tersebut dalam jumlah besar.

2. Pewarna Makanan Buatan

gambar: hellosehat.com

Pewarna makanan buatan digunakan untuk mencerahkan dan meningkatkan penampilan makanan mulai dari permen hingga bumbu tertentu. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, ada banyak kekhawatiran tentang potensi dampak kesehatan jika mengonsumsi makanan yang mengandung pewarna makanan buatan. Selain itu, pewarna makanan buatan juga dapat meningkatkan hiperaktif pada anak-anak, meskipun ada penelitian lain yang menunjukkan bahwa beberapa anak mungkin lebih sensitif daripada yang lain. Walaupun begitu, pewarna makanan pasti ditemukan terutama dalam makanan olahan, nah ini yang harus kamu batasi dalam diet sehat. Selalu pilih makanan utuh, yang mengandung nutrisi penting dan bebas pewarna makanan buatan.

3. Sodium Nitrite

zat aditif

gambar: indiamart.com

Zat aditif yang satu ini sering ditemukan dalam daging olahan. Sodium nitrite bertindak sebagai pengawet untuk mencegah pertumbuhan bakteri juga menambahkan rasa asin dan warna merah muda kemerahan. Ketika terkena panas tinggi dan dihadapkan dengan asam amino, nitrit dapat berubah menjadi nitrosamin, senyawa yang memiliki banyak efek negatif pada kesehatan. Banyak penelitian telah menemukan bahwa asupan daging olahan yang lebih tinggi dapat dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terkena kanker kolorektal, payudara dan kandung kemih. Maka dari itu jagalah asupan natrium nitrit dan daging olahan seminimal mungkin. Cobalah menukar daging olahan seperti bacon, sosis, hot dog dan ham dengan daging yang tidak diproses dan sumber protein yang sehat. Contohnya daging ayam, sapi, ikan, dan babi. Kemudian kacang-kacangan, telur, dan tempe juga merupakan beberapa makanan protein tinggi lezat yang bisa kamu tambahkan sebagai pengganti daging olahan.

4. Guar Gum

zat aditif

gambar: lhasakarnak.com

Guar gum adalah zat aditif yang digunakan untuk mengentalkan dan mengikat makanan. Guar gum banyak digunakan dalam industri makanan dan dapat ditemukan dalam es krim dan mayonaise. Namun, konsumsi guar gum yang tinggi dapat memiliki efek buruk pada kesehatan karena zat tersebut dapat membengkak 10 hingga 20 kali ukurannya, berpotensi menyebabkan masalah seperti penyumbatan kerongkongan atau usus kecil. Guar gum juga dapat menyebabkan kembung atau kram perut pada beberapa orang. 

Jadi sebenernya 4 zat-zat tersebut di atas, walaupun sebaiknya dihindari, pun nggak akan jadi masalah kalo kamu menggunakannya nggak kebanyakan. Pasti udah tau juga kan kalo segala yang berlebihan itu nggak baik huhuhu. Kalo masih bingung zat aditif mana yang sebaiknya dihindari dan baik dikonsumsi secara berkala, kamu tinggal konsultasi aja sama nutritionist di STRONGBEE!

 

Download for iOS    Download for Android

Leave a Reply